Minggu, 09 Desember 2012

Bab 15 Mendistribusikan Produk Dengan Cepat dan Efisien


Perantara Pemasaran adalah organisasi-organisasi yang membantu memindahkan barang dan jasa dari produsen ke pengguna bisnis dan penggguna akhir. Mereka disebut perantara karena berada diantara sekelompok organisasi yang bergabung untuk membantu mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
Saluran distribusi terdiri atas seluruh perantara pemasaran, seperti agen, calo, perantara grosir, dan perantara ritel, yang bergabung untuk memindahkan dan menyimpan barang di jalur (saluran) dari produsen ke konsumen.  
Agen/calo adalah perantara pemasaran yang mempertemukan pembeli dan penjual dan membantu dalam merundingkan sebuah transaksi, tetapi tidak mengambil alih kepemilkan barang. 
Perantara Grosir adalah perantara pemasaran yang menjual pada organisasi lain, seperti paritel, produsen, dan rumah sakit. Mereka merupakan bagian dari system bisnis ke bisnis.
Peritel adalah organisasi yang menjual kepada konsumen akhir.

Mengapa Pemasaran Memerlukan Perantara
Perantara melakukan tugas-tugas pemasaran tertentu seperti pemindahan, penyimpanan, penjualan, periklanan, dan membangun relasi lebih cepat dan murah dibanding yang dapat dilakukan kebanyakan produsen.

Nilai versus Biaya Perantara
Berikut ini adalah tiga hal mendasar mengenai perantara:
1.    Perantara pemasaran dapat dihilangkan, tetapi aktivitas-aktivitasnya tidak dapat; yaitu anda dapat menghilangkan beberapa perantara grosir dan peritel, tetapi lalu konsumen atau orang lain akan harus melakuakan tugas-tugas perantara, termasuk memindahkan dan menyimapan barang, mencari pemasok, dan mengembangkan komunikasi dengan pemasok.
2.   Organisasi-organisasi perantara telah bertahan di masa lalu karena mereka telah melakukan fungsi-fungsi pemasaran lebih cepat dan murah dibandingkan yang lainnya. Untuk menjaga posisi mereka dalam persaingan di saluran, para perantara harus mengadopsi teknologi baru.
3.   Perantara menambahkan biaya-biaya pada produk, tetapi biaya-biaya ini biasanya lebih dari dihapuskan oleh nilai-nilai yang mereka ciptakan.

UTILITAS YANG DICIPTAKAN PERANTARA

Utilitas (utility), dalam ilmu ekonomi, adalah kemampuan memuaskan keinginan atau nilai yang ditambakan oragnisasi pada barang atau jasa saat produk dibuat menjadi lebih berguna atau lebih mudah diakses konsumen dibanding sebelumnya.
Ada enam utillitas yang ditambahkan. Diantaranya:
1.    Utilitas bentuk.
2.   Utilitas waktu adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara membuat produk-produk tersebut tersedia saat dibutuhkan.
3.   Utilitas tempat adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara menaruh barang ditempat orang- orang menginginkannya.
4.   Utilitas kepemilikan adalah melakukan apa pun yang perlu untuk memindahkan kepemilikan dari satu pihak kepihak yang lain, termasuk memberikan kredit, pengantaran, pemasangan, jaminan, dan layanan lanjutan.
5.   Utilitas informasi adalah menambahkan nilai pada produk dengan cara membuka arus informasi dua arah antarpeserta pemasaran. 
6.   Utilitas layanan adalah menambahkan nilai dengan cara menyediakan layanan yang cepat dan rama selama dan setelah penjualan dan dengan cara mengajarkan pelayanan bagaimana cara terbaik menggunakan produk dengan berlalunya waktu.

Telemarketing adalah penjualan barang dan jasa melalui telepon. Banyak perusahaan mengirimkan katalog pada konsumen dan mereka lalu memesan melalui sebuah nomor bebas pulsa. Penjualan langsung adalah menjual kepada konsumen di rumah atau di tempat kerja mereka. Penjualan bertingkat adalah disini seperti dengan MLM.  
Pemasaran langsung meliputi setiap aktivitas yang secara langsung mengubungkan produsen atau perantara dengan konsumen akhir.

Bab 14 Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa

Harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan; unsur-unsur lainnya menghasilkan biaya. Harga barangkali adalah unsur program pemasaran yang paling mudah disesuaikan; ciri-ciri produk, saluran bahkan promosi membutuhkan lebih banyak waktu.
Harga juga mengkomunikasikan posisi nilai yang dimaksudkan perusahaan tersebut kepada pasar tentang produk atau mereknya. Sebagai produk yang dirancang dan dipasarkan dengan baik, dapat menentukan premium harga dan mendapatkan laba besar
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. 

MENETAPKAN HARGA 
Suatu perusahaan harus menetapkan harga untuk pertama kalinya ketika mengembangkan produk baru, ketika memperkenalkan produk regulernya ke saluran distribusi atau daerah geografis yang baru, dan ketika mengikuti lelang untuk kerja kontrak baru.

Enam metode penetapan harga adalah:

a. Penetapan Harga Mark-Up
Metode penetapan harga yang paling sederhana adalah menambahkan mark-up standar pada biaya produk tersebut. Perusahaan-perusahaan yang memperkenalkan produk baru sering menetapkan harga yang tinggi dengan harapan untuk mengembalikan biayanya secepat mungkin, tetapi strategi ini dapat berakibat fatal jika pesaing menetapkan harga yang rendah. Namun, penetapan harga mark up tetap populer karena berbagai alasan:

1. penjual dapat menentukan biay jauh lebih mudah dibandingkan dengan melalui cara memperkirakan permintaan,
2. jika semua perusahaan dalam industri tersebut menggunakan metode penetapan harga ini, hatga-harga akan cenderung serupa,
3. banyak orang merasa penetapan ini lebih adil bagi pembeli maupun penjual.

b. Penetapan Harga Sasaran Pengembalian
Perusahaan menentukan harga yang akan menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi (ROI-return on investment) yang dibidiknya. Metode ini juga digunakan perusahaan-perusahaan listrik pemerintah, yang perlu memperoleh pengembalian atas investasinya yang adil.

c. Penetapan Harga Persepsi Nilai
Makin banyak perusahaan mendasarkan harganya pada persepsi nilai (perceived value) pelanggan. Perusahaan tersebut menggunakan unsur-unsur bauran pemasaran lainnya, sepert iklan dan tenaga penjualan, untuk mengkomunikasikan dan meningkatkan nilai yang dipersepsikan dalam benak pembeli.

d. Penetapan harga nilai
Penetapan harga nilai bukan sekedar menetapkan harga yang lebih rendah, langkah tersebut adalah persoalan merekayasa ulang kegiatan-kegiatan perusahaan tersebut untuk menjadi produsen yang berbiaya rendah tanpa mengorbankan mutu, dan menurunkan harga yang lumayan besar guna menarik sejumlah besar pelanggan yang sadar nilai.

e. Penetapan harga umum
Dalam penetapan harga umum (going rate pricing), perusahaan tersebut mendasarkan harganya terutama pada harga pesaing. Perusahaan tersebut mungkin akan mengenakan harga yang sama, lebih tinggi, atau lebih rendah daripada pesaing utamanya. Penetapan harga umum lumayan populer. Apabila biaya sulit diukur atau tanggapan pesaing tidak pasti, perusahaan-perusahaan merasa bahwa harga umum merupakan jalan keluar yang baik, karena hal itu dianggap mencerminkan kejakan bersama industri tersebut.

f. Penetapan harga tipe lelang
Penetapan harga tipe lelang mulai makin populer, khususnya seiring dengan pertumbuhan internet. Perusahaan-perusahaan perlu menyadari tiga jenis utama lelang yaitu;

· Lelang Inggris (tawaran meningkat)
Satu penjual dan banyak pembeli. Penjual memperlihatkan suatu barang dan para penawar menaikkan harga tawaran hingga mencapai harga tertinggi.
· Lelang Belanda (tawaran menurun)
Satu penjual dengan banyak pembeli, atau satu pembeli dengan banyak penjual. Pembeli mengumumkan sesuatu yang ingin dibelinya dan kemudian calon-calon penjual bersaing mengumumkan sesuatu yang ingin dibelinya dan kemudian calon-calon penjual bersaing untuk melakukan penjualan dengan menawarkan harga yang terendah.
· Lelang tawaran tertutup
Calon-calon pemasok hanya dapat mengajukan satu tawaran dan tidak mengetahui tawaran-tawaran lainnya. 

Dalam menentukan harga jual, ada beberapa parameter yang harus dicermati agar kualitas produk bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan sedangkan dari harga penjualan usaha tersebut tidak mengalami kerugian bahkan mendapatkan keuntungan, strateginya adalah :

Hendaknya harga yang ditawarkan kepada konsumen cukup kompetitif dengan harga produk pesaing
Untuk mendapatkan harga modal awal (bahan baku) yang rendah/murah didapat dengan cara membeli langsung dari produsen atau membuat produk sendiri. Dengan demikian kita bisa mendapatkan kisaran harga yang tidak terlalu tinggi dibanding para pesaing.

Strategi berikutnya adalah sebaiknya jangan terlalu tinnggi/besar dalam menentukan tingkat keuntungan bagi perusahaan. Hal ini dapat disiasati dengan cara menjual dengan kuantitas yang banyak.
Lakukan efisiensi dan efektifitas biaya operasional sehari-­hari untuk menekan biaya produksi.
Sebagai strategi pemasarannya, Anda dapat memanfaatkan hubungan kekerabatan dan pertemanan untuk memperluas jaringan pemasaran. Sebagai imbal baliknya, Anda dapat melakukan pembagian keuntungan sesuai dengan kesepakatan besama.

Bab 13 Pemasaran : Membangun Hubungan Pelanggan

Pada dasarnya Pemasaran itu ialah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harga,promosi serta distribusi barang dan jasa untuk memfasilitasi pertukaran yang memenuhi objektif individual dan organisasional.

Konsep pemasaran adalah filosofi bisnis yang terbagi menjadi tiga bagian, yang pertama orientasi pelanggan, yang kedua orientasi jasa, dan yang ketiga orientasi laba

Berikut ini adalah Evolusi pemasaran yang terjadi di Amerika Serikat :

1. Era Produksi
Filosofi umum bisnis “Produksilah sebanyak mungkin karena ada pasar yang tidak terbatas” dari kali pertama penghuni eropa memulai perjuangan mereka untuk bertahan hidup di amerika sampai awal tahun 1900-an, dengan kapabilitas produksi yang terbatas dan banyaknya permintaan untuk produk-produk pada zaman itu, filosofi yang seperti ini logis dan menguntungkan. Sehingga tujuan bisnis berpusat pada produksi.

2. Era Penjualan
Pada tahun 1920-an, bisnis telah mengembangkan teknik produksi massa,dan kapasitas produksi sering melebihi permintaan pasar langsung. Oleh karena itu, filosofi bisnis berubah dari penekanan pada produksi menjadi penekanan pada penjualan.

3. Era Konsep Pemasaran
Pada tahun 1945 tahun-tahun pasca perang menghasilkan baby boom dan ledakan pengeluaran konsumen sangat sengit. Bisnis mengakui kebutuhan untuk bersikap reponsif terhadap konsumen apabila mereka ingin mendapatkan bisnis mereka, dan pada tahun 1950-an muncullah filosofi yang disebut konsep pemasaran.
Konsep pemasaran mempunyai tiga bagian yaitu :
  • Orientasi pelanggan artinya menemukan apa yang diinginkan konsumen dan menyediakannya bagi mereka.
  • Orientasi Jasa artinya pastikan semua orang di dalam organisasi mempunyai tujuan yang sama yakni untuk kepuasaan pelanggan.
  • Orientasi Laba artinya focus pada barang dan jasa yang akan menghasilkan laba terbanyak dan memungkinkan organisasi untuk bertahan dan melakukan perluasan untuk melayani lebih banyak keinginan dan kebutuhan konsumen.
4. Era Hubungan Pelanggan
Pada tahun 1990-an dan awal tahun 2000-an, para manejer mengembangkan konsep pemasaran dengan menggunakan konsep manejemen hubungan pelanggan.
Manejemen hubungan pelanggan : proses mempelajari sebanyak mungkin tentang pelanggan dan melakukan segala hal yang anda dapat lakukan untuk memuaskan mereka atau bahkan melebihi harapan mereka dengan barang dan jasa.

Organisasi Nirlaba dan Pemasaran

BAURAN PEMASARAN
Menyenangkan  pelanggan telah menjadi prioritas untuk para pemasar. Sebagian besar dari yang dilakukan orang-orang pemasaran dengan mudah dibagi menjadi empat factor yang disebut dengan empat P untuk memudahkan mereka untuk mengingat dan mengimplementasikannya.
Factor-faktor itu adalah:
1. Produk (product).
2. Harga (price).
3. Tempat (place).
4. Promosi (promotion).

Menerapkan Proses Pemasaran

Manajer pemasaran dan baruan pemasaran: manajer pemasaran harus memilih cara untuk mengimplemasikan empat P dari baruan pemasaran; produk, harga, tempat, dan promosi. Tujuannya untuk menyenangkan pelanggan dan mendapatkan laba.

Proses Pemasaran dengan empat p yaitu:

1. Menemukan peluang
2. Melakukan penelitian
3. Mengidentifikasikan pasar sasaran
4. Merancang sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan pada penelitian
5. Melakukan pengujian produk
6. Menentukan nama merk, merancang kemasan, dan menentukan harga
7. Memilih system distribusi
8. Merancang program promosional
9. Membangun hubungan dengan pelanggan

Merancang Produk untuk Memenuhi Kebutuhan

Dalam merancang produk utuk memenuhi kebutuhan dapat dilakukan dengan:
a. Menentukan peluang
b. Melakukan penelitian
c. Mengidentifikasikan pasar sasaran
d. Merancang sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan pada penelitian
e. Melakukan pengujian produk
f. Menentukan nama merek, merancang kemasan dan menentukan harga
g. Menentukan Harga yang Sesuai
h. Membawa Produk ke Tempat yang Tepat
 i. Mengembangkan Strategi Promosi yang Efektif

Produk (product) adalah barang fisik, jasa, atau ide yang memuaskan keinginan atau kebutuhan plus apapun yang akan meningkatkan produk di mata konsumen, seperti merek. Dalam kasus ini sebagai contoh adalah restoran. Ide yang baik pada titik ini adalah untuk melakukan pengujian konsep.

Uji Pemasaran (test marketing) Adalah  mengembangkan deskripsi yang akurat tentang perusahaan anda dan menanyai orang-orang, secara pribadi atau online. Kemudian setelah itu anda dapat membawa sebuah produk dari sebuah perusahaan lain dan mencobanya.

Nama merek (brand name) adalah kata, huruf, atau kelompok kata atau huruf yang membedakan barang dan jasa satu penjual dengan barang dan jasa milik pesaing. Setelah mencakup bauran pertama: produk, bauran berikutnya adalah harga.

Langkah terakhir dalam proses pemasaran adalah membangun hubungan dengan pelanggan. Ini meliputi respons terhadap saran-saran dari konsumen yang dapat meningkatkan produk atau pemasarannya (termasuk harga dan kemasan). Pelanggan mungkin akan merekomendasikan supaya kita menyetok produk lain sejenis yang mungkin mereka sukai.  Mendengarkan pelanggan dan merespons kebutuhan mereka merupakan kunci pemasaran. Kita tidak harus memtuskan setiap produk yang kita jual, tetapi pelanggan akan memberi tahu yang mereka inginkan melalui apa yang mereka beli dan apa yang mereka minta.

Proses penelitian pemasaran 

Ada empat langkah dalam proses penelitian pemasaran : 

1. Mendefinisikan pertanyaan (masalah atau peluang) dan menentukan situasi saat ini
2. Mengumpilkan data 
3. Menganalisis data penelitian
4. Memilih solusi yang terbaik dan mengimplementasikannya 

Adalah proses pengidentifikasian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Faktor- faktor yang mempengaruhi tersebut yaitu :

1. Faktor global.
2. Faktor tekhnologi.
3. Faktor sosialkultutral.
4. Faktor kompetitif.
5. Faktor ekonomi.

Pasar Konsumen dan Pasar Bisnis ke Bisnis 

Pasar Konsumen merupakan semua individu atau rumah tangga yang menginginkan barang dan jasa untuk konsumsi atau penggunaan pribadi.

Pasar Bisnis ke Bisnis merupakan semua individu dan organisasi yang menginginkan barang dan jasa untuk penggunaan dalam memproduksi barang dan jasa lain atau untuk penjualan, penyewaan, atau pemasokan barang kepada orang lain.

PASAR BISNIS KE BISNIS
Beberapa faktor menjadikan pemasaran B2B berbeda faktor yang lebih penting meliputi:

1. Jumlah pelanggan dalam pasar B2B relatif sedikit, hanya ada sedikit perusahaan konstruksi atau operasi penambangan bial dibandingkan kurang lebih 70 juta rumah di AS.

2. Ukuran pelanggan bisnis relatif lebih besar, berarti, hanya ada sedikit organisasi besar yang bertanggung jawab atas sebagian besar pekerjaan dan produksi berbagai barang dan jasa.

3. Pada B2B cenderung terkonsentrasi secara geografis

4. Pembelian bisnis yang sebelumnya dianggap lebih rasional

5. Penjualan B2B cenderung bersifat langsung, tetapi tidak selalu

6. Ada jauh lebih banyak penekanan pada penjualan pribadi di pasar B2B dari pada dipasar konsumen



Senin, 05 November 2012

Tentang Aku

Aku adalah mahasiswa baru STIE Perbanas Surabaya.
Saya mengambil jurusan S1 Manajemen di sana.
Salam kenal \m/

BAB 10 MEMOTIVASI KARYAWAN DAN MEMBANGUN TIM YANG MANDIRI

·         Pentingnya memotivasi
Orang-orang bersedia bekerja dan bekerja keras, apabila mereka merasa bahwa pekerjaan mereka menghasilkan perbedaan yang dihargai. Orang-orang termotivasi oleh berbagai hal, seperti pengakuan, prestasi dan status. Penghargaan interistik adalah keputusan pribadi yang anda rasakan ketika anda bekerja dengan baik dan mencapai tujuan. Penghargaan eksteristik adalah suatu hal yang diberikan pada anda oleh orang lain sebagai pengakuan atas pekerjaan yang baik.
·         Frederick Taylor: Bapak Manajemen Ilmiah
Cara untuk meningkatkan produktivitasnya pikir taylor adalah untuk secara ilmiah mempelajari cara yang paling efisien untuk melakukan hal-hal, menentukan satu cara terbaik untuk mengerjakan tiap tugas, dan kemudian mengajari orang-orang metode itu. Ini menjadi dikenal sebagai manajemen ilmiah. Studi gerakan waktu yang dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap tugas. Prinsip ekonomi gerakan teori yang dikembangkan oleh frank dan lilian gibreth bahwa setiap pekerjaan dapat dipecah menjadi serangkaian gerakan dasar. 

  Strategi pengayaan pekerjaan untuk memotivasi
·         Pentingnya memotivasi
Orang-orang bersedia bekerja dan bekerja keras, apabila mereka merasa bahwa pekerjaan mereka menghasilkan perbedaan yang dihargai. Orang-orang termotivasi oleh berbagai hal, seperti pengakuan, prestasi dan status. Penghargaan interistik adalah keputusan pribadi yang anda rasakan ketika anda bekerja dengan baik dan mencapai tujuan. Penghargaan eksteristik adalah suatu hal yang diberikan pada anda oleh orang lain sebagai pengakuan atas pekerjaan yang baik.
·         Frederick Taylor: Bapak Manajemen Ilmiah
Cara untuk meningkatkan produktivitasnya pikir taylor adalah untuk secara ilmiah mempelajari cara yang paling efisien untuk melakukan hal-hal, menentukan satu cara terbaik untuk mengerjakan tiap tugas, dan kemudian mengajari orang-orang metode itu. Ini menjadi dikenal sebagai manajemen ilmiah. Studi gerakan waktu yang dikerjakan untuk menyelesaikan pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan setiap tugas. Prinsip ekonomi gerakan teori yang dikembangkan oleh frank dan lilian gibreth bahwa setiap pekerjaan dapat dipecah menjadi serangkaian gerakan dasar.

ARTIKEL BAB 9: MEMPRODUKSI BARANG dan JASA KELAS DUNIA

Pengertian Produksi
Yaitu suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi
keluaran atau output.
Dalam arti sempit produksi adalah kjegiatan yang menghasilkan barang baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang, komponen penunjang.
Pengertian Manajemen Produksi
Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan tersebut
Perkembangan Manajemen Produksi
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang
menunjang yaitu :
a. Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
b. Revolusi industri
c. Perkembangan alat dan teknologi (termasuk komputer)
d. Perkembangan ilmu dan metode kerja
 
·         Manufaktur Dan Desain Yang Dibantu Dengan Komputer
Desain yang dibantu dengan komputer merupakan penggunaan komputer dalam manufaktur produk. Manufaktur yang dibantu dengan komputer adalah penggunaan komputer dalam manufaktur produk. Sedangkan manufaktur yang diintegrasi oleh komputer merupakan penyatuan desain yang dibantu dengan komputer dengan manufaktur yang dibantu dengan komputer.
·         Perencanaan Manajemen Operasi
Perencanaan manajemen operasi melibatkan banyak isu yang sama, baik dalam sektor manufaktur maupun sektor jasa. Isu-isu ini meliputi lokasi fasilitas, tata ruang fasilitas, perencanaan persyaratan bahan, pembelian, pengendalian inventaris, dan kontrol kualitas. Sumbernya dapat berbeda tetapi tetap isu-isunya sama.
·         Standar ISO 9000 dan ISO 14000
Iso merupakan (International Organization for Standardization) adalh federasi badan standar nasional lingkup dunia lebih dari 140 negara yang menentukan ukuran global untuk kualitas produk individual. ISO 9000 adalah nama umum yang diberikan untuk manajemen yang berkualitas dan standar yang terjamin. ISO 14000 adalah koreksi praktik terbaik untuk mengatur pengaruh organisasi terhadap lingkungan.
·         Prosedur Kendali: Pert Dan Bagan Gantt
Evaluasi program dan teknik tinjauan atau PERT, pengguna PERT menganalisis tugas yang terlibat dalam menyelesaikan proyek tertentu, memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas, dan mengidentifikasi waktu minimum yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek. Jalan peting adalah urutan tugas yang membutuhkan waktu penyelesaian terlama. Bagan Gantt adalah sebuah grafik batang yang dengan jelas menunjukkan proses yang sedang dikerjakan dan seberapa banyak yang telah diselesaikan dalam waktu tertentu.
 

BAB 8 : MENGADAPTASI ORGANISASI PADA PASAR SEKARANG

·         Organisasi yang berubah-ubah
Sebelumnya, sejarah bisnis belumpernah mengalami begitu banyak perubahan yang dikenal dengan begitu cepat: terkadang dengan terlalu cepat. Hal yang sama untuk banyak bisnis adalah perubahan dalam harapan para pelanggan. Saat ini, konsumen mengharapkan produk kualitas tinggi dan layanan yang ramah dan cepat dengan harga yang layak. Kemudian, manajemen perubahan menjadi fungsi manajerial yang sangat penting. Itu terkadang mencakup perubahan dari seluruh struktur organisasi.
·         Perkembangan desain organisasi
Sampai abad ke-21 sebagaian besar bisnis berukuran lebih kecil, proses produksi barang relatif sederhana dan organisasi para pekerja cukup mudah. Mengorganisasi para pekerja masih tidak terlalu sulit disebagaian besar perusahaan kecil, seperti layanan pemotongan rumput atau toko kecil yang membuat kapal-kapal sesuai pemesanan. Pertumbuhan bisnis menyababkan apa yang disebut skala ekonomi. Istilah tersebut merujuk fakta bahwa perusahaan dapat megurangi biaya produksi apa bila mereka dapat membeli barang mentah atau barang mentah dalam jumlah besar; biaya rata-rata menurun ketika produksi meningkat.
·         Prinsip-prinsip organisasi fayol
Fayol memperkenalkan prinsip-prinsip tersebut sebagai berikut :
a)    Kesatuan Perintah.
b)    Hierarki otoritas.
c)    Divisi tenaga kerja.
d)    Subordinasi kepentingan individual dengan kepentingan umum.
e)    Otoritas.
f)       Tingkat sentralisasi.
g)    Saluran komunikasi yang jelas.
h)    Tata tertib.
i)        Keadilan.
j)        Esprit de corps.
Pelajaran manajemen diperguruan tinggi diseluruh dunia memikirkan prinsip-prinsip ini menjadi sama dengan konsep manajemen.
Prinsip-prinsip organisasi Weber mirip juga dengan prinsip-prinsip fayol, selain itu Weber menekankan :
a)    Deskripsi pekerjaan.
b)    Peraturan tertulis, garis pedoman keputusan, dan catatan yang konsisten.
c)    Prosedur, peraturan dan kenijaksanaan yang konsisten.
                  d)    Promosi dan susunan kepegawaian yang didasarkan pada kualifikasi.

Isu-Isu Yang Terlibat Dalam Strukturisasi Organisasi :
Ketika merancang organisasi yang responsif, perusahaan harus berhadapan dengan beberapa isu organisasional:
1. Sentralisasi versus desentralisasi
  1. Otoritas yang tersentralisasi (centralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mempertahankan otoritas pengambilan keputusan tingkat manajemen puncak di markas besar perusahaan.
  2. Otoritas yang terdesentralisasi (desentralized authority) adalah sebuah struktur organisasi yang mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan kepada para manajer tingkat lebih rendah yang lebih familier dengan kondisi lokal ketimbang manajemen markas besar.
2. Memilih Rentang Kendali yang sesuai
Rentang kendali (span of control) adalah jumlah optimal bawahan yang diawasi oleh seorang manajer.
Keuntungan
Tersentralisasi
  1. Kendali manajer puncak yang lebih besar
  2. Efisiensi yang lebih
  3. Sisterm distribusi yang lebih sederhana
  4. kesan korporat atau merek yang lebih kuat
Terdesentralisasi
  1. Adaptasi yang lebih baik terhadap keinginan pelanggan
  2. Lebih banyak pemberdayaan pekerja
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat
  4. Moral yang lebih tinggi
Kerugian
Tersentralisasi
  1. Kurangnya respons terhadap pelanggan
  2. Kurangnya pemberdayaan
  3. Konflik interorganisasional
  4. Moral yang lebih rendah jauh dari markas besar
Terdesentralisasi
  1. Kurangnya efisiensi
  2. Sistem distribusi yang kompleks
  3. Kendali manajemen puncak yang lebih sedikit
  4. Kesan korporat yang lemah
3. Struktur organisasi yang tinggi versusu datar
struktur organisasi yang tinggi (tall organization structure)
adalah struktur organisasi di mana bagan organisasi piramida akan sangat t inggi dikarenakan berbagai tingkat manajemen.
Keuntungan dan kerugian rentang kendali yang sempit versus luas semakin datar organisasi tersebut, semakin luas rentang kendalinya.
Keuntungan
Sempit
  1. Lebih banyak kendali oleh manajemen puncak
  2. Lebih banyak kesempatan untuk kemajuan
  3. Spesialisasi yang lebih baik
  4. Pengawasan yang lebih ketat
Luas
  1. Biaya yang lebih sedikit
  2. Lebih responsif terhadap pelanggan
  3. Pengambilan keputusan yang lebih cepat
  4. Pemberdayaan yang lebih banyak
Kerugian
Sempit
  1. Kurangnya pemberdayaan
  2. Biaya yang lebih tinggi
  3. Pengambilan keputusan yang tertunda
  4. Kurang responsif terhadap pelanggan
Luas
  1. Kesempatan yang lebih sedikit untuk kemajuan
  2. Manajer yang bekerja berlebih
  3. Hilangnya kendali
  4. Lebih sedikit keahlian manajemen
4. Departementalisasi
Departementalisasi (departementalization) adalah pembagian fungsi organisasional menjadi unit-unit terpisah.
Keuntungan dan kerugian departementalisasi
Keuntungan
  1. Para karyawan dapat mengembangkan keterampilan secara mendalam dan dapat maju di dalam departemen ketika mereka menguasai keterampilan-keterampilan tersebut.
  2. Perusahaan dapat mencapai ekonomi skala di mana perusahaan dapat memusatkan semua sumber yang dibutuhkan dan menempatkan berbagai ahli di area itu.
  3. Ada koordinasi yang baik di dalam fungsi tersebut, dan manajemen puncak dapat dengan mudah mengarahkan dan mengendalikan berbagai aktivitas departemen.
Kerugian
  1. Mungkin ada kekurangan komunikasi di antara departemen-departemen yang berbeda.
  2. Para karyawan individual dapai mulai mengidentifikasi departemen mereka dan tujuan-tujuannya ketimbang tujuan organisasi sebagai satu keseluruhan.
  3. Respons perusahaan terhadap perubahan eksternal mungkin lambat.
Mengatur Interaksi Antar Perusahaan :
Jejaring
adalah menggunakan teknologi komunikasi dan cara lain untuk menghubungkan organisasi organisasi dan memungkinkan mereka untuk bersama-sama mencapai objektif umum .
Transparansi
Konsep yang mendiskripsikan sebuah perusahaan yang begitu terbuka dengan perusahaan lain yang bekerjasama dengannya, sehingga penghalang yang tadinya solid diantara mereka menjadi tembus pandang dan informasi elektronik dibagikan seolah perusahaan – perusahaan itu adalah satu perusahaan.
Korporasi virtual
Jaringan organisasi temporal yang terdiri atas perusahaan-perusahaan yang dapat digantikan yang bergabung dan pergi sesuai kebutuhan.
Organisasi Formal dan Informal
Organisasi formal
yaitu dimana struktur yang memperinci jalur-jalur tanggung jawab otoritas , dan posisi, yang berarti struktur yang diperlihatkan di bagian organisasi.
Organisasi informal
yaitu dimana sistem hubungan dan jalur otoritas yang berkembang secara spontan ketika para karyawan bertemu dan membentuk pusat kekuatan yang berarti, sisi manusia dari organisasi yang tidak muncul di bagian organisasi apapun.
http://intanzakiyatul.students.perbanas.ac.id/2012/10/26/bab-7-mengadaptasi-organisasi-pada-pasar-sekarang/